Our social:

Latest Post

Kamis, 10 Agustus 2017

Mengenal Permainan Edukatif Untuk Anak


Masa kanak – kanak adalah masa yang penuh dengan dunia bermain. Meski begitu, tidak semua permainan yang ada baik untuk anak. Disinilah peran orangtua sangat diperlukan, sebab anak – anak belum bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Untuk itu, Anda sebagai orangtua harus intens dalam mendampingi anak dengan memberikan permainan – permainan edukatif yang bisa melatih bahasa verbal maupun permainan untuk latih motorik anak.

Anak – anak akan langsung menyerap apa – apa yang didengar atau dilihatnya. Inilah mengapa lingkungan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sebab jika anak berada di lingkungan negatif, bukan tidak mungkin anak akan terpengaruh. Disadari atau tidak, seperti itulah kenyataannya. Begitu pula sebaliknya, saat orangtua benar – benar memberikan lingkungan yang positif, maka anak pun akan tumbuh dengan jiwa yang positif.
Apabila Anda masih bingung dalam memberikan permainan edukatif untuk anak, mungkin beberapa permainan berikut ini bisa jadi referensinya.

1. Permainan dengan Bola

Tidak hanya untuk latih motorik anak, permainan bola ini juga dapat meningkatkan kosentrasi dan penglihatan anak. Sederhana saja, Anda bisa mengajak anak bermain dengan cara saling melempar dan menangkap bola. Mengajak serta teman – teman sebaya anak untuk turut memainkan permainan bola ini tentu lebih menyenangkan. Sesekali Anda juga bisa menyelingi dengan teknik tendang bola, lakukan dengan pelan agar anak tidak kesulitan untuk menangkapnya.

2. Permainan Sambung Kata

Permainan edukatif lainnya adalah sambung kata. Permainan ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan bicara dan memperkuat daya ingat anak. Bahkan kosentrasi anak juga akan meningkat dengan adanya permainan sederhana ini.

Anda bisa memulai permainan ini dengan membuat sebuah kalimat. Selanjutnya minta anak – anak untuk melanjutkan kalimat tersebut hingga menjadi sebuah cerita. Tidak harus menghasilkan cerita yang bagus, minimal anak sudah belajar untuk membuat kalimat.

3. Ajak Anak Menggambar, Mewarnai dan Merekatkan Kertas

Permainan edukasi selanjutnya berhubungan dengan kertas warna. Anak – anak menyukai sesuatu yang berwarna – warni. Sesuai dengan usia anak, kertas warna ini memang menunjukkan keceriaan anak. Anda bisa memulai permainan ini dengan mengajak anak untuk menggambar sebuah bentuk atau apapun yang disukai anak pada kertas warna. Atau tidak ada kertas warna bisa menggunakan kertas putih dan nanti bisa diwarnai dengan pensil warna atau spidol.

Setelah itu, ajak anak untuk menempelkan kertas warna tadi pada dinding atau buku gambar. Lakukan hal yang sama pada kertas warna yang lain. Dengan menggambar bentuk yang berbeda, tentu anak akan tetap semangat untuk melakukan permainan ini. Permainan ini dapat latih motorik anak dan daya konsentrasinya.

4. Tebak Benda Dalam Kantong atau Kain

Anak – anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, meski demikian, sebagai orangtua Anda harus tetap berusaha untuk memberikan stimulus yang baik untuk anak. Anda bisa mengajak anak untuk melakukan permainan tebak benda dalam sebuah kantong atau kain. Masukan beberapa benda ke dalam kantong, lalu mintalah anak untuk memasukan tangan ke dalam kantong agar bisa menebak benda yang ada dalam kantong.

Meski sangat sederhana, permainan ini dapat dijadikan sebagai permainan yang bisa latih motorik anak. Sebab anak akan memanfaatkan gerakan meraba dan indra penciuman agar bisa menebak dengan benar.

Demikian tadi beberapa macam permainan edukatif untuk anak. Sangat sederhana untuk dilakukan bukan? Walaupun sederhana, anak – anak akan sangat menyukainya. Supaya anak tidak bosan, Anda bisa melakukan permainan di atas secara silih berganti.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya.

Rabu, 09 Agustus 2017

Inilah Cara Membangun Kedekatan Antara Orangtua dan Anak


Peran orangtua terhadap daya tumbuh kembang anak sangatlah besar. Untuk itulah, kita sebagai orangtua harus benar – benar menyadari bahwa kedekatan antara orangtua dan anak harus ditumbuhkan sejak dini. Ya, kita harus menumbuhkan kedekatan sejak anak masih bayi. Selain itu, perkembangan bayi juga perlu kita perhatikan agar kita bisa memastikan bahwa anak tumbuh dengan sehat.

Sebagai orangtua, penting bagi kita untuk membangun kedekatan baik secara emosional maupun fisik. Lebih lengkapnya, berikut akan kami ulas tentang cara membangun kedekatan antara orangtua dan anak.

Abadikan Setiap Momen Berharga
Saat ini kita sudah hidup di jaman modern, banyak fasilitas canggih yang memudahkan. Salah satunya ada smartphone. Smartphone mempunyai fitur kamera canggih yang dapat kita manfaatkan untuk menjepret setiap momen berharga.
Capture setiap perkembangan yang terjadi pada anak. Misalnya saja ketika anak baru bisa tengkurap, duduk atau bahkan berdiri. Meski anak belum mengerti makna foto tersebut, tidak ada salahnya jika kita memperlihatkan foto pada anak.
Biasakan Anak untuk Tidur dalam Pelukan
Ketika anak masih berusia bayi, seringlah untuk melakukan skin to skin. Sekalipun anak tengah tidur. Dengan begitu anak akan merasa tenang dan nyaman karena bisa terlelap dalam pelukan kita. Anak juga akan merasa hangat dan terlindungi. Secara tidak langsung, hal sesederhana ini bisa membangun kedekatan antara kita dengan anak. Selain itu anak juga akan mengerti bahwa tempat ternyaman adalah berada dalam pelukan orangtua.
Tulis Jurnal Perkembangan
Adalah kebahagiaan tersendiri jika kita selalu mengetahui perkembangan bayi. Keinginan setiap orangtua sangat sederhana, ingin selalu menjadi orang pertama yang melihat bagaimana buah hatinya tumbuh dengan sehat dan cerdas.
Untuk itu, sebaiknya kita membuat jurnal perkembangan bayi agar kita senantiasa ingat momen – momen penting anak. Catat selengkap mungkin, agar kelak ketika anak sudah besar, kita bisa menunjukkan jurnal ini. Pastinya anak akan merasa senang karena merasa sangat diperhatikan dan dicintai.
Bermain Bersama
Agar kita bisa selalu dekat dengan buah hati, usahakan untuk senantiasa menemani anak. Termasuk mengajak anak bermain bersama. Mungkin anak belum mengerti arti kehadiran kita di sisinya, tapi secara emosional, hal ini bisa membuat anak lebih mengenal dan dekat dengan kita. Tentu kita sering mendengar ada kasus dimana anak malah akrab dan lengket dengan asisten rumah tangga. Wah, jangan sampai seperti ini ya.

Hal ini bisa terjadi karena kurangnya intensitas kebersamaan orang tua dengan anak sewaktu anak masih kecil. Disinilah pentingnya membangun kedekatan dengan anak sejak dini.

Ajak Anak Berkomunikasi
Saat anak masih berusia bayi dan belum bisa berbicara, sebagai orangtua kita harus rajin memberikan stimulus pada anak. Salah satunya adalah dengan sering mengajak anak untuk berkomunikasi. Walaupun anak belum bisa merespon melalui bahasa verbal, setidaknya anak pelan – pelan akan mulai merespon dengan gerak tubuh. Entah mengangguk, tersenyum atau bicara ala bayi.