Bolehkah Menyembelih Hewan Qurban di Malam Hari? Ini Jawabannya

Kita patut bersyukur. Rupanya hampir di setiap daerah di Indonesia selalu rajin menyerahkan hewan untuk qurban. Namun untuk kalangan yang amat ramai, biasanya proses penyembelihan bisa hingga malam. Untuk mengakali hal itu biasanya mereka memotong hewan qurban pada malam sebelum hari-H. Banyak pro dan kontra di sini. Ada yang mengatakan kalau doa menyembelih hewan qurban jadi sia-sia.
Ada pula argumen yang mendukung bahwa hukum menyembelih hewan qurban di malam hari boleh dilakukan. Tidak hanya hewan qurban disembelih pada waktu sebelum hari-H. Tapi ada juga yang menyembelih sejak hari-H hingga malam harinya. Kadang-kadang ada yang sampai melebihi. Padahal secara umum penyembelihan hewan qurban hanya bisa dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah saja.
Bagaimana cara menyikapi perbedaan itu? Salah satu yang bisa jadi rujukan adalah dengan kembali lagi pada ketentuan yang dicanangkan Rasulullah. Sebagai tambahan, kita juga sebaiknya kembali pada pedoman yang dibawa oleh imam madzhab tertentu. Apabila selama ini kita mengikuti madzhab Syafi’i, sebaiknya tata-caranya tidak melanggar ketentuan madzhab kita. Tidak boleh campur ke madzhab lain.
Dari Al-Baihaqi, Hasan Al-Bashri berkata: “Rasulullah telah melarang untuk memotong (hewan) di malam hari, memanen pada malam hari, serta menyembelihnya pada malam hari pula. Akibat payahnya keadaan manusia (saat itu), sehingga Rasulullah SAW melarangnya, (tapi) kemudian memberikan keringanan.”
Dalam kitab Al-Majmu yang ditulis oleh Imam Nawawi, beliau mengatakan bahwa hadits di atas tidak berimbas sama sekali terhadap keabsahan hewan qurban. Menurut beliau, hewan qurban yang disembelih pada malam hari hukumnya sah, tetapi nilainya jadi makruh. Yang artinya dikerjakan tidak berdosa, tapi kalau ditinggalkan dapat pahala.
“Para pengikut Imam Syafi’i telah bersepakat bahwa hukumnya sah (boleh) menyembelih pada masa seperti saat ini, baik siang maupun malam hari. Namun kalau menurut kami (madzhab Syafi’i), menyembelih (hewan qurban) hukumnya jadi makruh kalau yang disembelih bukanlah hewan qurban. Apabila yang disembelih itu hewan qurban, hukumnya jadi amat makruh.”
Pendapat Imam Nawawi ini telah didukung oleh beberapa pendapat dari ulama lain, seperti Imam Abu Hanifah, Abu Staur, Ishaq, dan jumhur ulama. Tapi berbeda dengan pendapat Imam Malik yang mengatakan bahwa menyembelih hewan qurban di malam hari hukumnya tidak boleh atau tidak sah. Mana yang benar? Semuanya benar, tapi sebaiknya kita mengikuti salah satunya biar tidak bingung.

Pro kontra yang biasa terjadi memang rata-rata disebabkan adanya perbedaan antar ulama begitu. Tapi sejatinya mereka benar, sebab yang punya ilmu lebih baik dari kita. Doa menyembelih hewan qurban jadi sia-sia, apabila kita mengikuti Imam Malik. Tapi, kebanyakan orang Indonesia menganut paham yang dibawa oleh Imam Syafi’i. Jadinya kita sebaiknya merujuk pada Imam Nawawi dan lainnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »