Ingin Mulai Binis Ritel Pakaian? Ini caranya!

Dunia fesyen memang tidak ada matinya. Mayoritas perputaran uang terletak pada bidang pakaian dibanding produk sejenis. Terang saja kalau banyak jiwa wirausahawan berminat untuk membangun bisnis ritel pakaiannya sendiri. Pertanyaanya, kenapa ada pebisnis ritel pakaian yang sukses dan ada pula yang terpaksa gulung tikar?
Sebelumnya dikatakan bahwa bisnis fesyen tergolong jenis usaha menggiurkan dengan pasar konsumen yang luas. Otomatis hal ini mengundang banyak pecinta uang baik berdarah dingin atau bukan yang turut berpartisipasi. Ketatnya persaingan, dan mental seseorang benar-benar diuji jika ingin menyandang predikat sukses pemilik usaha retail pakaian.
Perbedaan utama yang memisahkan si sukses dengan yang tidak adalah perencanaan. Ibarat berjalan dalam gelap, hanya mereka yang memiliki senter atau tahu arah kemana akan berjalan dapat keluar. Karenanya, sangat penting bagi anda untuk memahami bagaimana dan langkah apa saja yang harus dipikirkan sebelum membuka toko ritel pertama anda.
1. Pastikan pasar pakaian anda
Berjalan telanjang di jalan raya rasanya bukan budaya era modern. Setiap orang butuh menutupi badan dengan pakaian yang pantas sesuai dengan karakteristiknya. Coba saja duduk di tengah kota dan perhatikan orang yang lalu lalang. Dijamin, minimal anda akan menemukan paling tidak 5 gaya berpakaian yang berbeda-beda.
Ya, fesyen sangatlah luas, tergantung dari usia, gender, dan selera berpakaian. Tidak bijak rasanya jika anda asal mengatakan ingin berjualan pakaian tanpa terlebih dahulu memutuskan pakaian seperti apa dan untuk siapa.
Ambil contoh saja, anda mungkin ingin berjualan pakaian wanita. Kerucutkan kembali ke umur, kelas, dan gaya berpakaian. Perempuan remaja yang menggemari olahraga luar ruangan, sangat cuek dengan penampilan tentu memiliki selera baju berbeda dengan pecinta lolita yang selalu terinspirasi putri Inggris, Diana.
Kemudian, anda cukup mempelajari dimana dan seperti apa perilaku konsumen yang anda kejar. Setelah tahu komunitas fesyen apa yang anda akan incar, akan jauh lebih mudah saat menentukan strategi pemasaran.
2. Buat kerangka bisnis
Kerangka menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah garis besar atau rancangan. Maka dari itu, arti kerangka bisnis adalah membuat rancangan seperti apa bisnis nanti bekerja. Supaya lebih gampang, bayangkan diri anda sebagai seorang konsumen.
Katakan anda akan menjual secara offline. Anda harus masuk ke toko sebagai calon konsumen yang tahu persis baju seperti apa yang anda inginkan. Langkah pertama tentu berbicara dengan penjaga toko mengenai baju yang diharapkan dan diinginkan.
Bagaimana setelahnya? Kemana penjaga akan “melempar” pesanan pelanggan. Apakah anda berencana membuat sendiri atau mengambil dari pemasok pakaian? Tentu akan berbeda langkah tergantung dari alur yang nanti anda pakai. Teruskan bayangan ini hingga anda mencapai tahap dimana konsumen menerima barang tersebut, dan bagaimana mempertahankannya supaya tetap menjadi pelanggan.
3. Pencarian modal bisnis
Bisnis terdengar sangatlah berat, walau sebetulnya memiliki konsep yang sederhana. Sebetulnya, bisnis adalah bagaimana membuat sejumlah uang menjadi bertambah. Inilah yang biasa disebut dengan modal. Terlepas dari cerita sukses bisnis orang di sekitar anda, hal cukup penting namun diremehkan adalah bagaimana cara menghitung modal pertama.
Tentunya, setelah anda mengetahui berapa banyak modal yang anda butuhkan, mencari sumber dana tersebut adalah persoalan lain. Beberapa sumber yang bisa anda ‘keruk uangnya’ diantaranya:
- Investor malaikat
Waktu kecil, ingin apapun tinggal meminta pada orang tua. Rasanya uang gampang sekali didapat. Itulah investor malaikat. Disamakan dengan malaikat karena tipe investor satu ini tidak meminta imbal balik apapun. Bahkan saking baiknya, beberapa investor malaikat tidak mengharapkan uang dikembalikan. Selama anda senang uang akan terus mengalir.

Kekurangan investor malaikat adalah anda akan susah maju. Terutama tipe penyedia dana yang sangat sayang pada anda, biasanya tidak akan membiarkan anda terlalu lelah dan semacamnya. Anda juga bisa saja merasa besar kepala dan kurang termotivasi akibat kurangnya tekanan dari pada investor. Wajar saja, biasanya investor malaikat adalah orang tua atau kerabat dekat.
Cara yang cukup disarankan dibanding yang lain memang penyedia pinjaman. Kenapa? Dibanding tipe sumber modal seperti angel investor atau partner, penyedia dana akan bersikap professional, logis, dan jelas. Selama anda memilih penyedia pinjaman yang tepat (bukan ‘lintah darat’ atau semacamnya), harusnya bisnis cukup memusingkan strategi penjualan dan perputaran uang saja.

- Partner bisnis
Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh memang ungkapan yang paling tepat untuk pendapatan dana tambahan lewat partner bisnis. Tidak ada yang salah dengan mengajak teman berduit lebih untuk membangun bisnis bersama. Hanya saja, ketika bisnis mulai berjalan lancar, partner bisnis bisa saja berubah dari ‘teman setia’ jadi ‘pembunuh bayaran’. Banyak sekali kasus menunjukkan perpecahan hubungan baik hanya karena ketamakan atas nama uang.

4. Eksekusi rencana
Tidak ada gunanya terus berencana kalau eksekusi saja tidak. Langkah terakhir yang wajib dilakukan oleh semua pelaku bisnis yang memang niat usaha adalah eksekusi. Laksanakan semua detil rencana rapih yang telah kamu susun.
Apakah hanya itu saja? Ada satu lagi kunci kesuksesan dalam berbisnis yakni konsistensi. Tidak ada bisnis sukses yang bisa dibangun dalam semalam. Anda harus terus melangkah maju, apapun hambatan dan rintangan yang menghadang anda. Dapat dilihat banyak sekali bisnis besar yang telah berdiri selama bertahun-tahun karena konsistensi dari sang pemilik.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »